lmu Ghaib Sukma Sejati

thumbnail


Ilmu Sukma Sejati ialah suatu sistem pembelajaran Ilmu Hikmah yang dipadu dengan olah jurus tenaga dalam dan shaktivat energi alam semesta sehingga menghasilkan energi plus . Untuk mendapatkan Ilmu Sukma Sejati di awali dengan meminum kapsul karomah yaitu kapsul khusus yang telah di rituali di doakan dan telah dimasukan energi-energi alam semesta. Fungsi kapsul ini ialah untuk merangsang simpul-simpul tubuh atau membangkitkan chakra dalam tubuh sehingga energi yang ada dalam tubuh terbangkitkan. Setelah terbangkitkan Ilmu Sukma sejati bisa di fungsikan untuk:

  1. Pembangkitan Tenaga Dalam
  2. Ilmu shaktivat energi alam semesta ( api, air, tanah, udara )
  3. Silat Karomah / Silat Gerak Reflek / Silat Stroom
  4. Deteksi Gaib / radar Gaib
  5. Penyembuhan : Air Husada, Transfer energi penyembuhan
  6. Penyembuhan medis non medis
  7. Pukulan Jarak Jauh
  8. Membuat pagaran gaib
  9. Ilmu Penaklukan : Menaklukan hati seseorang, menaklukan hati boss dll
  10. Bisa untuk memanggil khodam atau jin muslim
  11. Bisa untuk puger giling
  12. dan lain-lain bisa anda kembangkan sendiri.
Bagi yang ingin memiliki ilmu langka ini kami persilahkan untuk datang langsung ke tempat kami . Dengan senang hati anda akan kami bimbing langsung. Bagi yang tidak bisa datang atau rumahnya jauh bisa belajar jarak jauh. Atau kami bisa juga di panggil kerumah anda untuk melatih dan membimbIng anda.

Mahar / Infaq ikhlas : Rp 200.000

Pemahaman Ilmu Sejati

thumbnail
ILMU SEJATI adalah sebuah pelajaran spiritual tentang penjelajahan untuk menyingkap misteri alam gaib yang biasanya dipelajari oleh orang-orang yang ingin menguasainya dengan cara-cara tertentu yang dalam masyarakat Jawa disebut lelaku.
Dari hasil pengalaman saya setelah lama menelusuri berbagai berbagai macam metode lelaku dari beberapa paranormal asli Jawa, akhirnya saya bisa menyimpulkan dasar-dasar utama mereka dalam mempelajari ilmu gaib jawa atau disebut ngelmu kejawen.
Sebelum mereka mempelajari ilmu kadigdayan baik itu ilmu kanuragan atau ilmu gaib metafisika apapun, dalam pelajaran asli orang jawa mereka diharuskan lebih dulu mengenali jati diri, siapa diri kita sesungguhnya. Ini adalah permulaan atau dasar bagi seseorang yang ingin mempelajari ilmu jawa.
Dalam proses mencari jati diri ini tidak mudah, karena memerlukan ketekunan dan kesabaran yang luar biasa dalam melatih diri untuk tirakat, yaitu tidak boleh melanggar aturan-aturan yang telah ditentukan, misalnya harus menghindari perbuatan maksiat dan sejenisnya. Dalam tahap ini harus ada guru pembimbing dari manusia.
Proses ini meliputi perjalanan spiritual untuk menemukan kembaran diri, yaitu sedulur papat limo pancer kakang kawah adi ari-ari. Ini merupakan pembentukan wadah atau pondasi yang kokoh agar kuat dalam menerima ilmu apapun nantinya. Jika tidak melakukan langkah awal ini, maka dikhawatirkan orang yang belajar ilmu jawa akan dikendalikan oleh ilmu mereka sendiri nantinya dan ini bisa berakibat tidak baik, misalnya akan menjadi orang jahat atau bisa juga bingung dan linglung, bahkan bisa gila.
Kenapa kalau sudah menemukan jadi diri dianggap aman ketika mendapat ilmu kesaktian lainnya? Karena jika sudah berhasil menemukan jati diri, maka gurunya sudah bukan manusia lagi, melainkan guru sejati yang ada pada diri sendiri. Dalam istilah jawa disebutkan Guru Sejati Dumunung Ono Ing Telenging Ati, artinya guru yang akan kita tanya ataupun yang akan selalu mengingatkan kita adalah hati kita sendiri yang sudah kita kenali.
Bagaimana caranya guru sejati mengingatkan atau menjawab pertanyaan kita? Inilah misteri yang paling dicari dan paling dibutuhkan oleh semua orang. Guru sejati adalah roh yang memiliki wujud dan bisa diajak berdialog dengan kita, tidak bisa diajak dialog oleh orang lain, wajahnya juga seperti kita, yang bisa menemuinya hanya kita sendiri.
Dalam istilah jawa guru sejati disebut kakang kawah, yaitu saudara tertua yang selalu mengajak berbuat baik. Dalam wujud fisik, kakang kawah adalah air ketuban yang pecah sebelum kita lahir untuk memberikan jalan kepada si jabang bayi, kemudian disusul bayi atau pancer, selanjutnya disusul ari-ari atau batur, yang berstatus sebagai adik karena keluarnya paling terakhir.
Menurut para pakar ilmu kejawen, kakang kawah dan adi ari-ari jumlahnya ada empat dan wajahnya semuanya seperti kita, masing-masing menempati empat penjuru mata angin, yang paling tua kakang kawah berada di timur, dan yang lainnya berada di selatan, barat dan utara, kemudian yang di tengah adalah pancer atau kita sendiri. Mereka berkumpul menghadap kearah kita dengan tujuan menjaga kita oleh perintah Gusti engkang murbeng dumadi, yaitu Tuhan yang maha esa.
Jika kita sudah gawok ( sudah mengenal mereka), kita bisa berdialog dengan mereka kapanpun dan dimanapun, karena mereka selalu menemani kita sejak dalam kandungan hingga mengantarkan kita menghadap yang maha kuasa kelak.
Keempat saudara kita ini menempati dimensi alam yang berbeda-beda, kakang kawah berada di dimensi tertinggi, yaitu berada di posisi paling atas dan lebih tinggi dari segala makhluk ciptaan tuhan lainnya. Kakang kawah inilah yang menjadi target utama untuk kita temui. Jika sudah pernah menemui kakang kawah di langit tertinggi yang dalam bahasa jawa disebut awang-awang uwung-uwung, maka kita bisa melihat semua makhluk-makhluk yang berada di level dibawahnya, seperti adi ari-ari dan ribuan alam gaib lainya.
Menurut para pakar ilmu kejawen, jika sudah berada di level ini kita dengan mudah bisa menemuai adi ari-ari, dan jika kita bisa menyatukan mereka dengan diri kita, maka kita memperoleh sabdo pandito ratu, yaitu kesaktian yang tiada tandingannya, bahkan apapun yang kita ucapkan bisa terkabul atas kehendak yang maha kuasa, kurang lebih begitu.
Ritual orang-orang jawa untuk menemui sedulur papat limo pancer ini dilakukan dengan cara rogosukmo, yaitu proses melepas sukma keluar dari tubuh untuk berangkat menuju alam roh yang berada di papan paling atas, dimana akan melintasi alam jin, alam kubur, dan ribuan alam ciptaan tuhan lainnya dengan kecepatan kilat menembus sinar menyilaukan dan tidak boleh berhenti hingga sampai bertemu dengan guru sejati di alam paling atas tersebut. Rogosukmo dilaksanakan dengan bertapa tengah malam menghadap ke arah timur dengan memusatkan segenap rasa dan pikiran ke dalam batin, karena mereka mertopo ing sajroning sir, yaitu mereka berkumpul di dalam hati kita.Tapi ritual ini tidaklah mudah, karena memerlukan ketekunan dan kesabaran dalam duduk bersila.
Jika sudah mencapai titik kesempurnaan ketika sedang bersemedi atau bersila, maka kita akan mulai merasakan perpindahan alam, dimana kita mulai melihat penampakan alam yang samar, kemudian semakin jelas dan diikuti munculnya sebuah sinar kecil dan kemudian membesar hingga membelalakkan mata sampai kita terhisap kedalamnya sehingga terbawa dan menembus sinar itu dengan kecepatan yang mendebarkan jantung. Dan sampailah kita disuatu tempat yang paling akhir. Disitulah kita akan bertemu dengan jatidiri kita yang sesungguhnya. Berikutnya kita bisa menemui saudara-saudara sejati yang lainnya yang berada di dimensi di bawahnya, dan juga bisa memasuki berbagai alam gaib lain-lainnya.
Jika sudah berhasil menemui sedulur papat limo pancer dan bisa berdialog dengan sempurna dengannya, maka barulah kita bisa belajar memperdalam ilmu-ilmu ghaib lainnya, karena menurut tradisi jawa, menemui sedulur papat limo pancer merupakan modal dasar atau pelajaran awal dalam menyiapkan wadah yang kokoh untuk menerima segala ilmu, sehingga seseorang tidak akan di kuasai atau dikendalikan oleh ilmunya sendiri nantinya.
Ini adalah cara-cara atau urutan yang paling lazim dalam masyarakat Jawa kuno ketika hendak mempelajari ilmu gaib, yang saya rangkum dari beberapa tokoh ilmu kejawen. Jadi saya sendiri juga masih belajar . Adapun tujuan saya menulis dengan tujuan agar bisa menambah wawasan bagi kita semua yang ingin belajar mengenal jatidiri dan belajar mengenal ilmu gaib kejawen murni. Semoga bermanfaat.

PEMAHAMAN TENTANG SUKMA SEJATI

thumbnail


Pada dasarnya setiap manusia memiliki pendamping hidup berupa SUKMA SEJATI yang bisa memberikan perlindungan bagi kebaikan. Lantas, bagaimana kita mengenali SUKMA SEJATI itu...?

Baik, sebagai orang yang beriman, hendaknya atau justru seharusnya kita percaya terhadap keberadaan malaikat-malaikat yang diciptakan oleh Tuhan. Sebenarnya, diri kita ini diikuti oleh ribuan malaikat. Dan yang paling terkenal adalah malaikat empat yaitu; malaikat Jibril, Mikail, Isrofil, dan Izroil. Para malaikat in disebut sebagai malaikat ‘safaroh’.

Disamping itu, dalam kepercayaan masyrakat Jawa juga dipercaya adanya saudara gaib yang selalu mengikuti sejak lahir. Biasa kita kenal dengan ‘kakang kawah adhi ari-ari, sedulur papat kalima pancer’.

Selain dari kedua makhluk di atas, Tuhan juga menciptakan makhluk lain yang selalu mengikuti setiap individu manusia sejak ia lahir. Makhluk ini berbentuk roh dan sering disebut sebagai SUKMA SEJATI. Makhluk ini bisa di ajak berkomunikasi lewat batin. Dengan catatan orang tersebut harus mempunyai batin yang peka. Sebab, kondisi sukma sejati  tersebut masih dalam keadaan tidur (pasif).

Oleh karena itu, bila kita ingin mengaktifakannya kita harus membangkitkannya terlebih dahulu. Untuk itu setidaknya kita harus meminta bantuan seorang guru atau pembimbing yang menguasai ‘ilmu sejati’ atau orang yang menguasai ilmu sejati.

Tentu saja dengan ijin tuhan, Insya Allah SUKMA SEJATI tersebut bisa dibangkitkan dan dimanfaatkan dijalan kebaikan yang diridhoi oleh Tuhan.

Dalam berbagai aliran ilmu sejati yang berkembang di tanah Jawa, para guru ilmu sejati itu menggunakan metode yang tidak selalu sama. Mereka juga mempunyai pendapat yang berbeda tentang kedudukan sukma sejati tersebut.

Mereka ada yang berpendapat, bahwa SUKMA SEJATI itu terletak di tengah hati, diantara alis mata kanan dan kiri, ada juga yang berpendapat, bahwa SUKMA SEJATI itu terletak dibagian ulu hati manusia. Dan bahkan, dari aliran kejawen yang bersumber dari keraton Ngayogyakarta Hadiningrat mempunyai pendapat bahwa SUKMA SEJATI itu terletak di tengkuk atau dalam bahasa jawa di ‘Jithok’.

Namun pada dasarnya,  kedudukan SUKMA SEJATI  dalam kehidupan setiap individu manusia lebih bersifat mengarahkan ke arah positif. Apabila si pengamal ilmu sejati melakukan pelanggaran norma-norma agama yang dianutnya maupun melanggar norma-norma sosial, maka SUKMA SEJATI tersebut secara langsung maupun secara tidak langsung dengan cara menghalang-halangi atau menggagalkan pelanggaran yang akan dilakukan oleh orang tersebut. Dalam hal ini SUKMA SEJATI lebih berperan sebagi ‘indera keenam’.

Dalam mempelajari ilmu sejati juga dikenal adanya tingkatan-tingkatan. Dimulai dari tingkat sejati I, sejati II, sejati III dan seterusnya sampai tingkat ‘sabdo pandito ratu’. Tapi yang paling dominan adalah pembangkitan indera keenam.

Sebelum kita membahasnya lebih jauh, kita harus tahu dulu sejarahnya ilmu sejati ini. Ilmu sejati ini di tanah jawa dikembangkan pertama oleh wali, khususnya Kanjeng Sunan Kalijogo. Tapi seiring dengan perjalanan waktu banyak pula ajaran yang sudah berubah dari ajaran aslinya. Padahal dahulu tujuan diajarkannya ilmu sejati ini adalah untuk meningkatkan kadar keimanan masyarakat awam pada waktu itu.

Pasalnya, karena dengan mempelajari ilmu sejati tersebut orang bisa tahu rahasia dari sebagian kecil alam gaib.

Dengan demikian ia akan merasa lebih dekat dengan Tuhan. Disamping itu, ia juga harus menjalankan segala syariat agama dan menjauhi segala yang dilarang oleh agama. Karena sebelum ia benar-benar ikhlas menjalankan agamanya, masyarakat awam haruslah diberi motivasi dulu sebagai pancingan agar ia rajin beribadah dan taat kepada agama.

Oleh karena itu biasanya, sebelum orang itu benar-benar ikhlas karena mengharap ridho tuhan semata, ia masih mengharapkan imbalan dari Tuhan, entah berupa materi, minta masuk surga, atau ingin ilmunya ampuh. Dalam hal ini ilmu sejati berfungsi sebagai motivator untuk meningkatkan keimanan kepada Tuhan.

Tapi sayangnya sekarang ada orang yang ingin belajar ilmu sejati dengan motivasi lain, seperti ingin bisa beladiri pencaksilat, ingin sakti dan sebagainya.

Memang, disamping membangkitkan indera keenam melalui SUKMA SEJATI, ilmu sejati juga bisa berfungsi secara otomatis untuk pertahanan diri. Baik, untuk sementara saya potong di sini dulu, pada tulisan selanjutnya saya akan membahas bagaimana mengoptimalkan atau membangkitkan ilmu sejati. Setidaknya kita sudah sedikit berkenalan dengan apa yang dimaksud ILMU SUKMA SEJATI agar kita tidak keliru kemudian. Akhir kata cukup sekian dulu sampai jumpa pada tulian berikutnya. Mohon maaf untuk segala kekurangan, pada dasarnya semua karena keterbatasan pengetahuan saya.